Total Tayangan Laman

Kamis, 10 Maret 2011

Laporan Biokimia Mineral

Wahyoe_wewe









Pendahuluan
         Semua mahluk hidup memerlukan unsur anorganik atau mineral untuk proses kehidupan yang normal. Semua jaringan ternak dan makanan atau pakan mengandung mineral dalam jumlah dan proporsi yang sangat beragam. Mineral adalah bahan anorganik atau bahan kimia yang didapat makhluk dari alam, yang asalnya ialah dari tanah. Mineral ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh lewat air minum atau air yang dipakai untuk mencuci sayur dan memasak. Mineral masuk ke dalam tubuh dalam bentuk garam lalu digunakan dalam bentuk elektrolit. Elektrolit adalah bentuk ion dari mineral yang bermuatan positif (+) dan negatif (-), ada sebagian mineral yang dipakai sel sebagai poros atau inti suatu molekul, ada pula yang dipakai untuk menghubungkan suatu cabang ke cabang yang lain. Mineral yang masuk kedalam tubuh lewat makanan sebagian diabsorpsi oleh dinding usus. Makanan yang masuk kedalam tubuh terdiri dari bahan organik dan air sebesar 96 % dan sisanya terdiri dari unsur mineral. Mineral dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu, dalam proses pembakaran, bahan-bahan organik terbakar, tetapi zat anorganik tidak terbakar, karena itu bahan anorganik disebut abu (Winarno 1992).


Gambar 1 struktur umum mineral

         Banyak unsur mineral yang sangat dibutuhkan tubuh yang berbeda jenisnya yang diperlukan manusia agar memiliki kesehatan dan pertumbuhan yang optimal. Mineral yang digunakan oleh tubuh ialah Fe (ferum, zat besi), Ca (calsium, zat kapur), Na (natrium), K (kalium), Cl (chlor), Mg (magnesium), P (phosphor, fosfor), S (sulfur, belerang), Zn (zink, seng), I (iodium), F (flor), Co (cobalt) dan St (strontium). Beberapa mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ternak untuk pertumbuhan dan reproduksi, walaupun jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit, keseimbangan dalam tubuh harus tetap terjaga. Berdasarkan kegunaannya dalam aktifitasnya hidup, mineral dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu golongan essensial dan non essensial, sedangkan berdasarkan jumlahnya, mineral dapat pula dibagi atas mineral makro, mineral mikro dan mineral renik (Parakasi 1986).
          Kelompok makro terdiri dari unsur – unsur Ca, P, K, Na, Mg dan S. kelompok mikro terdiri dari Fe, I, Cu, Zn, Mn, Co dan Se, sedangkan kelompok renik terdiri dari unsur F, Mo, As, Cr, Si dan lain – lain. Beberapa unsur mineral ini ada yang termasuk golongan racun dan biasanya masih terdapat di dalam sel hayati meskipun jumlahnya sngat kecil sekali, contoh unsure tersebut adalah Ag, Hg dan Pb. Fungsi mineral secara umum dibagi menjadi 4 macam, yaitu untuk pembentukan struktur, untuk fungsi fisiologis, sebagai katalis dan sebagai regulator. Kandungan pakan mineral dari bahan pakan nabati sangat bervariasi tergantung dari beberapa faktor, seperti genetik tanaman, keadaan tanaman tempat tumbuh tanaman tersebut, iklim, musim, tahap kematangan, dan ada tidaknya pemupukan terhadap tanaman. Leguminosa biasanya kaya akan mineral Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, dan Co. Rumput-rumputan banyak mengandung mineral Mg, Zn, dan Fe.
          Penetapan jenis dan jumlah mineral di dalam suatu bahan hayati dilakukan dengan cara pengabuan. Pembakaran akan menghancurkan senyawa – senyawa organik ke dalam bentuk gas yang mudah terbang. Mineral sebagai senyawa organik akan tertinggal di dalam bentuk abu yang dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Tulang yang terdiri dari air, bahan organi dan bahan anorganik. Pemanasan tulang pada suhu 400o C akan menyebabkan air serta bahan organic menguap, sisanya di dalam abu terdiri dari bahan anorganik untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Perendaman tulang dalam larutan asam atau pemanasan tulang dalam air akan menyebabkan terlarutnya bahan organik, sisanya yang berbentuk matriks terdiri dari air dan bahan organik. Praktikum ini percobaan untuk uji mineral bahan abu tulang yang akan diujikan tidak tersedia, untuk itu bahan yang digunakan ialah suplemen supradyn. Uji mineral ini dilakukan terhadap pengujian filtrat dan pengendapan. Pengujian filtrat terdiri dari uji klorida dan uji sulfat, sedangkan pengujian pengendapan teridiri dari uji kalsium, fosfat, magnesium dan besi.


Tujuan
Praktikum bertujuan mengetahui kadar mineral pada suplemen supradyn

Alat dan bahan
         Alat-alat yang digunakan ialah gelas piala,tabung reaksi,kaki tiga,Bunsen,neraca analitik,batang pengaduk,mortar,corong,Erlenmeyer.
Bahan-bahan yang digunakan ialah suplemen supradyn,〖NH〗_4 OH pekat,HCl 10%,akuades,Kristal dinatrium hydrogen fosfat,asam asetat 10%, urea 10%,pereaksi ferosulfat khusus,Kristal ammonium klorida,larutan ammonium tiosianat,〖HNO〗_3,10%,〖AgNO〗_3 2%,〖BaCl〗_2,larutan kalium ferosianida,ammonium oksalat 1%,pereaksi molibdat khusus,Kristal ammonium karbonat,〖NH〗_4 OH 10%,kertas lakmus

Prosedur percobaan
          Pembuatan sampel digunakan suplemen supradyn,digerus halus didalam mortar,pindahkan kedalam gelas piala dan diencerkan,lanjutkan dengan penyaringan dan tambahkan ,〖NH〗_4 OH pekat kedalam filtrate sampai bereaksi basa.terbentuknya endapan putih menunjukan adanya fosfat,dilakukan kembali penyaringan,filtrat dan endapan dipisahkan.
Pengujian filtrat dengan uji klorida,sebagian filtrat diasamkan dengan larutan 〖HNO〗_3,10%,didalam filtrat ditambahkan larutan 〖AgNO〗_3 2%, terbentuknya endapan putih ditunjukan dengan adanya klor. Pengujian filtrat dengan uji sulfat ,sebagian filtrat diasamkan dengan larutan HCl 10%,filtrat asam tersebut ditambahkan dengan larutan 〖BaCl〗_2 ,terbentuknya endapan putih ditunjukan adanya sulfat.
Pengujian endapan,ditambahkan larutan asam asetat 10% pada endapan yang terdapat pada kertas saring (sisa endapan yang tidak larut jangan dibuang karena untuk pengujian besi.ditempatkan filtrat asam hasil pencucian endapan didalam tabung reaksi disesuaikan jumlahnya untuk pengujian.
Pengujian endapan dengan uji kalsium,didalam 2mL filtrat ditambahkan 1mL ammonium oksalat 1%,adanya kalsium dengan ditunjukannya endapan putih.
          Pengujian endapan dengan uji fosfat,didalam 1 mL filtrat ditambahkan 1 mL urea 10% dan pereaksi molibdat khusus,dicampurkan dengan rata,kemudian ditambahkan 1mL larutan ferosulfat khusus.adanya fosfat,ditunjukan dengan pembentukan warna biru pada larutan semakin lama semakin pekat.
          Pengujian endapan dengan uji magnesium,sisa filtrat dipanaskan sampai mendidih,didalam filtrat panas tersebut,ditambahkan sedikit demi sedikit Kristal ammonium karbonat dan ammonium klorida (lakukan penambahan selama endapan terbentuk),endapan yang terbentuk disaring,didalam filtrat ditambahkan Kristal dinatrium hydrogen fosfat dan larutan ammonium hidroksida sampai basa.adanya magnesium ditunjukan dengan adanya endapan putih yang terbentuk.
           Pengujian endapan dengan uji besi, ditambahkan sedikit larutan HCl 10% pada endapan yang tidak larut dalam asam asetat dikertas saring,ditempatkan filtrat asam klorida kedalam 1mL larutan ammonium tiosianat dan perhatikan terbentuknya warna merah.didalam filtrat satu lagi ditambahkan 1mL kalium ferosianida dan perhatikan terbentuknya warna biru atau hijau,adanya besi ditunjukan dengan terbentuknya warna merah atau biru.


Data dan hasil pengamatan
Table 1 hasil uji mineral pada suplemen supradyn
Jenis uji Hasil pengamatan (+/) Perubahan warna larutan
Uji klorida - Kuning menjadi warna perak
Uji sulfat - Kuning menjadi kuning
Uji kalsium + Kuning muda menjadi kuning tua
Uji fosfat - Kuning menjadi hijau
Uji magnesium + Kuning menjadi tidak berwarna
Uji besi + Tidak berwarna menjadi merah muda (ammonium tiosianat)
Tidak berwarna menjadi hijau (kalium ferosianida)


Gambar 2 Hasil uji besi

Gambar 3 Hasil uji fosfat

Gambar 4 Hasil uji kalsium

Gambar 5 Hasil uji magnesium

Gambar 6 hasil uji sulfat dan klorida

Pembahasan
          Uji mineral yang dilakukan pada percobaan ini tidak menggunakan bahan yang berasal dari proses pengabuan, melainkan menggunakan bahan suplemen supradin. Satu buah tablet supradyn yang ditambahkan dengan air dan NH4OH akan disaring, kemudian dari hasil penyaringan tersebut diperoleh filtrat dan endapan yang akan digunakan untuk proses uji mineral selanjutnya. Pengujian terhadap filtrat dilakukan untuk uji klorida dan sulfat, sedangkan pengujian pengendapan dilakukan untuk uji kalsium, fosfat, magnesium dan besi.kadar mineral pada suplemen supradyn yaitu kalsium 50 mg, magnesium 5 mg, besi 1,25 mg, mangan 0,5 mg, fosfor 4,5 mg, tembaga 0,1 mg, dan seng 0,5 mg. oleh karena itu dari semua uji seharusnya yang teruji positif yaitu kalsium,magnesium dan besi
          Uji klorida pada filtrat menunjukan hasil positif jika menghasilkan endapan putih. Pereaksi asam nitrat yang digunakan dalam uji klorida sebagai katalisator, dan AgNO3 akan bereaksi dengan klorida membentuk AgCl sebagai endapan putih, maka dari itu adanya endapan putih yang dibentuk membuktikan adannya klorida, berikut reaksi yang terjadi pada uji klorida :
                                                     AgNO3 → AgCl + NO3-

          Berdasarkan hasil percobaan, pada uji klorida menunjukan hasil negatif dengan menghasilkan warna cermin perak pada larutan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada suplemen supradin yang digunakan tidak mengandung klorida.
          Uji sulfat pada filtrat menunjukan hasil positif dengan menghasilkan endapan putih. Asam klorida yang dipakai dalam uji sulfat juga bertindak sebagai katalisator dan barium klorida akan bereaksi bila ada sulfat membentuk barium sulfat, berikut reaksi yang terjadi pada uji klorida :
                                                     AgNO3 → AgCl + NO3-.

          Berdasarkan hasil percobaan, pada uji sulfat menunjukan hasil negatif dengan menghasilkan warna kuning pada larutan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada suplemen supradyn yang digunakan juga tidak mengandung sulfat.
          Endapan yang dihasilkan dari uji sebelumnya diuji dengan kalsium, fosfat dan magnesium. Endapan yang diuji diberi penambahan asam asetat untuk melarutkan kalsium, magnesium, dan fosfat, sedangkan endapan yang terbentuk dari sisa penambahan asam akan diuji terhadap besi. Kalsium yang terdapat dalam tubuh terdapat pada plasma darah, sebagian dalam bentuk ion, dan sebagian lagi bergabung dengan protein. Kalsium berguna untuk membentuk tulang dan gigi. Peranannya yang sangat penting ialah untuk membantu otot berkontraksi dan rileks. Kalsium juga berperan dalam proses pembekuan darah dan pembekuan susu. Penyerapan kalsium berkaitan dengan bebutuhan tubuh dan adanya fosfor, vitamin D, laktosa, dan vitamin C (Suhardjo 1986 ). Uji kalsium pada percobaan ini menunjukan hasil positif dengan menghasilkan endapan putih. Penambahan pereaksi amonium oksalat akan bereaksi dengan kalsium yang ada difiltrat tersebut. Endapan yang dihasilkan adalah kalsium oksalat. Reaksi yang terjadi :
                                          Ca + K4[Fe(CN)6] → Fe4[Fe2(CN)6]3

            Uji fosfat pada endapan akan menunjukan hasil positif jika menghasilkan warna biru dan pembentukan warna biru makin yang pekat menunjukan adanya fosfat, tetapi berdasarkan hasil percobaan menunjukan hasil negatif dengan terbentuknya warna hijau muda dan hal tersebut menunjukan bahwa suplemen supradin yang digunakan tidak mengandung mineral fosfat. Peranan fosfor dalam tubuh sama seperti kalsium, yaitu untuk pembentukan tulang dan gigi serta penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). Seseorang yang kekurangan unsur ini maka pembentukan ATP akan terganggu, selain itu pembentukan tulang rawan akan terganggu. Berikut reaksi yang terjadi pada uji fosfat :
                                          FeSO4 + PO4-3 → Fe3(PO4)2 + SO4-2 

               Magnesium merupakan mineral makro yang sangat penting, sekitar 70% dari total Mg dalam tubuh terdapat dalam tulang atau kerangka (Underwood 1981), sedangkan 30% lainnya tersebar dalam berbagai cairan tubuh dan jaringan lunak (Tillman 2003). Mg dibutuhkan oleh sebagian besar sistem enzim, berperan dalam metabolisme karbohidrat dan dibutuhkan untuk memperbaiki fungsi sistem saraf (Perry 2000 ), selain itu Mg berperan penting untuk sintesis protein, asam nukleat, nukleotida, dan lipid (Girindra 1988). Uji magnesium pada percobaan menunjukan hasil positif dengan terbentuknya endapan, endapan tersebut disaring dan ditambahkan kristal dinatriun hidrogen fosfat dengn larutan amonium hidroksida sehingga akan menghasilkan endapan putih. Endapan putih tersebut menunjukkan adanya magnesium, berikut ini reaksi yang terjadi pada uji magnesium :
                                          Mg + NaHPO4 → MgHPO4 +2Na.
             Uji besi pada percobaan ini dilakukan terhadap endapan yang terbentuk dari sisa penambahan asam yang kemudian ditambahkan dengan larutan HCl. Filtrat yang diperoleh dari penyaringan endapan tersebut di uji dengan larutan ammonium tiosianat dan kalium ferosianida. Filtrat yang diuji dengan ammonium tiosianat akan menunjukan hasil positif jika terbentuk warna merah, sedangkan dengan kalium ferosianida akan menunjukan hasil positif jika terbentuk warna biru atau hijau. Berdasarkan hasil percobaan pada uji besi ini, filtrat yang ditambahkan dengan amonium tiosianat menunjukan hasil positif dengan terbentuknya warna merah muda, begitu juga dengan filtrat yang ditambahkan kalium ferosianida juga menunjukan hasil positif dengan terbentuknya warna hijau. Fungsi Fe yang penting adalah untuk absorpsi dan transport O2 ke dalam sel-sel, Fe juga merupakan komponen yang aktif dari beberapa enzim yaitu sitokrom perioksidase dan katalase. Selain itu Fe berfungsi sebagai mediator proses–proses oksidasi (Tillman 1998). Unsur Fe diabsorpsi sesuai dengan kebutuhan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti status Fe dalam tubuh, umur hewan (Underwood 1999), kebutuhan metabolik tubuh, bentuk komponen zat besi yang terdapat dalam makanan dan ada tidaknya zat-zat nutrisi lain yang mempengaruhi absorpsi zat besi (Piliang 2002). Tempat absorpsi Fe pertama adalah duodenum (Underwood 1999).

Simpulan
           Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa kandungan mineral yang terdapat dalam suplemen supradyn ialah kalsium, magnesium dan besi, karena ketiga unsur mineral tersebut menunjukan hasil positif terhadap uji mineral ini dengan terbentuknya endapan putih pada uji kalsium dan magnesium, sedangkan pada uji besi terbentuk warna merah muda untuk penambahan ammonium tiosianat dan warna hijau untuk penambahan kalium ferosianida.

Daftar Pustaka
Girindra, A. 1998. Biokimia Patologi Hewan. Bogor : Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor
Parakkasi, A. 1986. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Monogarstrik Vol IB . Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Perry, T. W, A. E. Cullison and R.S. Lowrey. 2003. Feeds and Feeding. Sixth Edition. New Jersey : Pearson Education Inc Upper Saddle River
Piliang, W. G. 2002. Nutrisi Mineral. Edisi Kelima. Bogor : Institut Pertanian Bogor
Suharjdo. 1886. Pangan, Gizi, dan Pertanian. Jakarta : Universitas Indonesia
Tillman, A. D., H. Hartadi, S Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosukujo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Ke- 6. Fakultas Peternakan. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta Gadjah Mada University Press
Underwood, E. J. and N. F. Suttle. 1999. The Mineral Nutrition of Livestock Third Edition. London : CABI Publishing
Winarno F.G.1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar